about me

Kinerja si calon pemimpin mulai melemas. Oke, untuk organisasi ini aku memang tak terlalu tahu bagaimana sistemnya. Tapi aku dapat menjamin hal memalukan yang baru saja terjadi di depanku tak akan terjadi pada mereka. 

Segerombolan anak datang menghadap seorang penguasa. Pertanggungjawaban akan sebuah acara pun dimulai, rentetan pertanyaan mulai diluncurkan. Sayangnya, mereka tampak bingung dan tak punya argument. Diam seribu kata mencari aman. Bengong, mata tak fokus. Cuma satu dua orang yang berani angkat bicara. Bisa ditebak, pasti saat menghadapi forum mereka juga akan seperti ini. Intinya sistem ini masih terpusat. 

Sorry kalo ngebandingin. Tapi itu emang gitu kenyataannya. Mau apa lagi?
Gini emank yang dikhawatirin sejak awal tentang ide penambahan anak regular. Pasti banyak benalu dan gulma yang akan menghambat. 

Tantangan berat memang harus dirasakan. Mereka berinteraksi langsung, berkumpul dalam suatu lingkup area. Tanpa mereka sadari, racun-racun mulai merasuki tubuh mereka. Perlahan dan mematikan. Hanya tinggal menunggu waktu. 

Harapan untuk kekebalan yang tinggi selalu terucap. Tak henti-hentinya suara-suara di sekeliling mereka yang berkoar untuk mengingatkan. Mata-mata pun disebar di mana saja mereka berpijak untuk mengawasi gerak dan gerik. Aturan diperketat, birokrasi dipersulit. Tapi, mampukah itu semua memagari mereka dari pengaruh buruk?

Takutnya sih, itu justru akan membuat mereka menjadi sosok pemberontak. Lambat laun mereka mungkin bosan dan muak akan kerangkeng yang membelenggu leher mereka. Come on, anak muda membutuhkan kebebasan. Sangat dimungkinkan kemungkinan terburuk itu akan datang.
0 Responses

Posting Komentar